Akibat Calo SPP, Universitas Jember Rugi Rp 2 Miliar
Kamis, 21/02/2008 11:12 WIB
Akibat Calo SPP, Universitas Jember Rugi Rp 2 Miliar
Ryma S – DetikSurabaya
Jember – Adanya praktek percaloan pembayaran SPP di Universitas Jember (Unej), pihak rektorat mengaku telah dirugikan sebanyak Rp 2 miliar. Praktek percaloan yang melibatkan dua mahasiswa ini telah mengelabui sedikitnya 500 mahasiswa dari tiga fakultas.
Hingga kini, pihak universitas masih mengusut kasus percaloan dan penipuan SPP itu.
Dua mahasiswa, diduga terlibat dalam aksi penipun ratusan mahasiswa di fakultas Hukum, Ekonomi dan Sastra. Dua mahasiswa, yang disebut-sebut sebagai ‘pengepul’ pembayaran SPP melalui jalur khusus itu adalah mahasiswa Fakultas Hukum dan mahasiswa Fakultas Sastra.
Aksi yang memakan kerugian sangat besar ini, diperkirakan terjadi sejak lima tahun silam. Uang pembayaran SPP para mahasiswa yang dititipkan ke dua pelaku dan disetor ke Bank Jatim, namun terdeteksi belum masuk ke rekening pihak universitas.
Vita. salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unej, yang menjadi korban penipuan mengungkapkan, kasus tadi terungkap setelah namanya bersama 170 mahasiswa lain dipampang dalam sebuah pengumuman dari Rektorat Unej. Pengumuman itu menyatakan, mereka belum membayar SPP.
Padahal, ia telah membayarnya dengan cara menitipkan kepada seorang kawan. Bahkan Vita mengaku mendapatkan subsidi sebesar Rp 50.000, dari jumlah sebesar Rp. 500.000, yang harus dibayarnya. Vita tidak menaruh curiga dengan pembayaran yang lebih murah itu, karena ia juga mendapatkan slip pembayaran SPP, dengan bukti paraf dan stempel aktifasi yang sama, dengan kawan lainya yang membayar melalui jalur resmi.
Akibat aksi penipuan tadi, dirinya dan sejumlah mahasiswa lain, terancam diskors atau dipotong jumlah mata kuliah yang seharusnya ditempuh. Sebab pihak universitas merasa belum menerima uang SPP ratusan mahasiswa itu.
Sementara itu, Pembantu Rektor II Universitas Jember, Agus Budihardjo merinci, pihaknya telah dirugikan sedikitnya Rp 2 milyar, akibat praktek ilegal itu. Terdapat sedikitnya 500 mahasiswa dari tiga fakultas yang tidak membayar SPP, tetapi berhasil melakukan aktifasi.
“Setelah ada pengecekan, ternyata mahasiswa-mahasiswa tadi, dapat menunjukkan slip pembayaran, ternyata slip itu palsu dan uang belum masuk ke rekening rektor di Bank Jatim,” ungkap Agus Budihardjo, Kamis (21/2/2008).
Karena itu, Agus menandaskan, sejauh ini, pihaknya tengah menyidik kasus ini. Sejumlah langkah yang dilakukan, adalah dengan meminta keterangan sejumlah mahasiwa yang menjadi korban dan pengepulnya. Ditanya tentang keterlibatan oknum Bank Jatim, Agus menyatakan, belum berani mengambil kesimpulan ke arah itu karena belum bisa dibuktikan keterlibatan mereka.
(bdh/bdh)
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- February 2008 (8)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS